Spend time with my hobbies.

Kain untuk cross stitch

Posted by: palem76 on: November 29, 2007

Kain yang digunakan untuk membuat strimin atau cross stitch ini bermacam-macam ragam merek dan warnanya tergantung selera. Ada buatan dari DMC, Aida, Zweight, vynil weave, linen weave, Venus, Korea, China bahkan ada yang diproduksi oleh Indonesia tepatnya kota Bandung, tapi sayang aku tidak tahu nama merek kain buatan Indonesia ini.

Harganya beragam-ragam juga untuk kain DMC atau Aida bisa berkisar Rp. 100.000 sampai Rp. 200.000 permeternya, pada umunya orang menyukai memakai bahan ini. Ada juga bahan Korea, yang menggunakan serat mengkilap pada kainnya, ini juga lumayan harganya berkisar Rp. 150.000 sampai 250.000 permeternya. Kain yang murah adalah buatan China atau Indonesia yang berkisar Rp. 65.000 sampai 100.000 permeternya.

Sedangkan bahan dari linen weave, aku belum punya koleksinya, karena itu aku tidak mengetahui berapa harganya. Yang dari vynil weave kebetulan aku punya koleksinya yang aku beli dari luar negeri harganya sekitar USD 30 permeternya, ini harga tahun lalu, sekarang aku tidak tahu berapa harganya.

Kain untuk cross stitch bisa dicari dengan istilah count 11 (besar serat kainnya), count 14 (normal), count 18 (kecil). Biasanya orang menyukai menggunakan count 14. Kain linen weave biasanya count 18 bahkan ada yang lebih kecil lagi countnya, dan vynil weave hanya tersedia count 14.

Yang membedakan kain buatan Eropa dan Amerika serta Korea dengan bahan dari China atau Indonesia adalah “kelemasannya”, bahan dari Eropa, Korea dan Amerika terasa kaku agak susah ditekuk-tekuk, sedangkan kain dari China dan Indonesia gampang ditekuk-tekuk bahkan saking lemasnya kadang-kadang seperti tidak lurus hasil jahitannya karena itu membutuhkan ram untuk menahan kain itu agar tidak terlalu lemas.

Juga lubang untuk memasukan jarum pada bahan Korea terlalu rapat sehingga menyulitkan jika ingin sekaligus melakukan dua kali tusukan jarum pada dua lubang yang berbeda. Kain Eropa dan Amerika lubangnya tidak rapat tapi juga tidak terlalu besar sehingga memudahkan untuk melakukan 2 kali tusukan jarum sekaligus. Dan kain Indonesia lubang dan seratnya sama besar, sehingga hasil jahitannya cendrung kelihatan jarang dan kesan lubangnya jadi jelas sekali. 

Kain-kain ini dapat ditemukan di Crosspoint Center, HobbyCraftStudio di mana saja, Pasar Pagi, Mangga Dua, dan Pasar Atom Metro.

Berikut ini aku sertakan juga foto koleksi kain cross stitch yang aku punya.

  Kain China  Kain DMC/Aida  Koleksi Bahan Cross Stitch

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.